Saturday, 28 February 2015

Acara Festival Yang Tak Terlupakan

Acara Festival Yang Tak Terlupakan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hari-hari selalu kami jalani dengan ceria, walau terkadang cobaan selalu mengahadang dimanapun dan kapanpun. Teringat saat salah satu dari kami mengalami suatu peristiwa yang sangat tidak mengenakan untuk di ingat maupun di lupakan. Dimana saat itu sebuah peristiwa kecelakaan yang menimpa sahabatku.

Pada waktu itu saya bersama Eron, Ian, Via, Gabby dan Rena. Saat itu kami akan menuju sebuah Festival dimana ada acara Konser Band yang di adakan sebuah Mall pada sore hari itu. Dan kami pun dangat berminat untuk menonton acara tersebut. Waktu itu sebelum berangkat ke Festival tersebut saya mengajak sahabat-sahabat saya untuk menonton acara Festival tersebut. Kemudian saya mengajak Eron, Gabby, Ian, Rena dan Via. Mereka pun setuju dengan ajakan saya untuk menonton acara Festival tersebut dan kami pun bersiap-siap untuk berangkat menuju acara tersebut.

Saat perjalanan kami membawa kendaraan masing-masing dengan salah satu sahabat kami. Saya bersama Gabby sedangkan Rena dengan Ian dan Via dengan Eron. Saat perjalanan Eron dan Ian kebut-kebutan di jalan, kami pun akhirnya terpisah sehingga terpaksa saya dan Gabby berhenti untu
... baca selengkapnya di Acara Festival Yang Tak Terlupakan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kisah Yue-Yue yang Tragis dan Diabaikan 18 Orang

Kisah Yue-Yue yang Tragis dan Diabaikan 18 Orang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Yue Yue bocah yang berusia 2 tahun menjadi korban tabrak lari di pasar grosir di China selatan kemungkinan akan tetap dalam keadaan koma, menurut dokter senior di rumah sakit yang merawatnya.

Qu fei fei, ibu Yue Yue, dalam penderitaan emosional berbicara tentang anaknya yang telah dinyatakan mati otak. Dia mengatakan kepada anak perempuannya: “Jangan menyerah , ibu tidak menyerah untuk menyembuhkanmu, biarkan ibu memiliki satu kesempatan lagi untuk mencintai dan memanjakan Anda ”

Kejadian ini membangkitkan kemarahan orang-orang di China dan di seluruh dunia pada hari Selasa (18/10), menimbulkan tanda tanya besar apakah keajaiban ekonomi China telah membuat hilangnya moral dalam kebangkitannya.

Yue Yue dibiarkan tergeletak di jalan oleh 18 orang yang lewat setelah akhirnya ditolong dan diselamatkan oleh orang ke-19 kini tetap dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif rumah sakit militer Guangzhou jantung industri Guangdong China.

Kepala bedah saraf rumah sakit, dikutip oleh surat kabar harian lokal Guangzhou, mengatakan bahwa Yue Yue menderita cedera parah di kepala dan sedang koma, hanya
... baca selengkapnya di Kisah Yue-Yue yang Tragis dan Diabaikan 18 Orang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, 27 February 2015

Wiro Sableng #69 : Ki Ageng Tunggul Keparat

Wiro Sableng #69 :  Ki Ageng Tunggul Keparat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Ep : KI AGENG TUNGGUL KEPARAT

LAKSANA terbang kuda coklat berlari kencang di bawah panas teriknya matahari. Dalam waktu yang singkat bersama penunggangnya dia sudah sampai di kaki bukit untuk selanjutnya lari terus memasuki lembah subur yang terhampar di kaki bukit. Si penunggang kuda mendongak ke langit. Matahari dilihatnya tepat di ubunubun kepalanya. Parasnya kontan berubah.
"Celaka!" keluhnya dalam hati. "Celaka! Aku hanya punya waktu dua belas jam lagi! Kalau apa yang kucari tak dapat kutemui mampuslah aku!" Dia memandang lagi ke matahari di atasnya lalu menyentakkan tali kekang agar kuda tunggangannya lari lebih cepat.

Orang itu berpakaian biru gelap. Kulitnya yang hitam liat menjadi lebih hitam karena warna pakaiannya itu. Dibawah blangkon yang menutupi kepalanya, wajahnya tidak sedap untuk dipandang kalau tak mau dikatakan mengerikan.

Pada pipinya sebelah kiri mulai dari ujung bibir sampai ke tepi mata terdapat parut bekas luka yang lebar. Cacat ini membuat daging pipinya tertarik sedemikian rupa sehingga m
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #69 : Ki Ageng Tunggul Keparat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, 23 February 2015

Permainan Anak Kota VS Anak Desa


ATN - Masa Kanak-Kanak adalah masa yang paling indah dan berkesan dalam hidup kita. Ketika itu, rasanya hidup tidak punya beban rutinitas dan tanggung jawab. Kita bisa puas bermain tanpa memikirkan uang dan lain-lainnya. Bahan dan alat apapun yang ada di sekitar kita bisa dijadikan bahan mainan. Selama masih bersama dengan teman-teman, apapun akan diubah menjadi mainan.

Bagi anda yang menjalani masa kecil anda di desa, tentu anda akrab dengan permainan tradisional yang identik dengan adu ketangkasan. Sementara, bagi anda yang lahir dan besar di kota, anda tentu dikelilingi dengan fasilitas bermain seperti di mall atau wahana permainan yang canggih. Kali ini kami akan meringkas beberapa mainan yang menemani masa kecil kita, baik bagi yang tinggal di desa maupun di kota.
 
1. Berenang di Desa VS Berenang di Kota
 
Jika anda tinggal di desa, maka berenang adalah permainan yang paling gampang untuk dilakukan. Bermodalkan celana pendek, anak-anak di desa biasanya akan menghabiskan waktu yang sangat lama untuk bermain di sungai. Bocah-bocah yang bertugas memandikan hewan peliharaannya juga biasanya akan memandikan sapinya di sungai. Kegiatan di sungai tidak berhenti hanya sekadar berenang saja, namun juga menangkap hewan-hewan yang ada di sungai seperti siput atau ikan-ikan kecil.

Berenang di sungai

Waktu yang paling tepat untuk bermain di sungai adalah sepulang sekolah. Dan batas bermainnya adalah menjelang Maghrib. Kalau sudah Maghrib biasanya anak-anak di desa akan cepat-cepat pulang karena menurut orangtua mereka banyak �makhluk halus� yang siap menangkap mereka jika masih bermain.

Berenang ala di kota

Sementara di kota, kalau orangtua anda cukup kaya, maka anda bisa berenang di rumah atau di wahana permainan air yang tersebar di sudut-sudut kota. Kolam renang umum juga banyak disediakan dinas pemerintah setempat sebagai fasilitas bagi warganya. Di kolam renang umum seperti ini permainan hanya terbatas pada berenang. Sementara, jika berenang di wahana air, anda akan menemukan banyak sekali permainan yang menarik dan memantang. Di masa-masa libur, berenang mungkin tidak lagi menjadi hal yang menarik, karena kolam umum biasanya akan sangat dipadati oleh pengunjung. Jangankan untuk berenang dengan puas, bergerak saja rasanya sulit.
 
2. Petak Umpet di Desa VS Di Kota
 
Main petak umpet di desa akan membawa anda ke permainan petak umpet yang jauh lebih rumit. Teman anda bisa meningkatkan �skill� bersembunyinya, dari bersembunyi di balik pohon, hingga naik ke atas pohon. Anda juga harus siap-siap mencari teman yang mengumpet di dekat kandang ternak, di balik semak-semak ilalang yang gatal atau bahkan masuk ke dalam hutan kecil di sekitar area bermain anda.

Main Petak Umpet di Desa
 
Seperti permainan lainnya, permainan petak umpet ini akan berakhir seiring terdengarnya panggilan adzan. Anak-anak di desa percaya jika adzan Maghrib sudah terdengar dan masih ada yang bermain petak umpet, maka mereka akan selamanya hilang dan tidak pernah ditemukan.
 
Main Petak Umpet di Kota
 
Permainan petak umpet di kota juga tidak kalah seru, asalkan komplek rumah anda cukup luas. Permainan ini lebih seru lagi jika ada rumah kosong di sekitar tempat anda tinggal. Biasanya, hanya anak-anak bernyali besarlah yang berani �ngumpet� di rumah kosong. Permainan petak umpet juga bisa dimainkan di dalam rumah, hanya saja anda harus siap-siap mendegar �repetan� ibu jika rumah mendadak menjadi berantakan karena kita sibuk mencari tempat bersembunyi.
 
3. Playground vs Sawah
 
Jika anda dibesarkan di desa, kemungkinan besar tempat tinggal anda dekat dengan ladang/sawah. Di sini, layaknya sebuah playground yang memiliki banyak pilihan mainan, anda bisa memainkan banyak hal. Bagi anak-anak perempuan, inilah tempat terbaik untuk berburu bahan �masakan� seperti bekicot, umbi-umbian dan daun-daunan.
 
Bermain Di Sawah Ala Anak Desa

Sementara, untuk anak laki-laki, biasanya mereka berburu belut, belalang atau burung. Bermain di �playground� ini artinya harus siap-siap dimarahi ibu karena baju kotor akibat lumpur. Namun, setelah permainan yang mengasyikkan dan penuh canda tawa, dimarahi ibu rasanya tidak ada apa-apanya.
 
Playground Anak Kota
 
Bagi anda yang tinggal di kota, playground tersedia di taman-taman kota dan mall. Namun, fasilitas di taman kota sering kali tidak terawat, sehingga pilihan lebih sering jatuh pada mall. Di mall anda akan dimanjakan dengan mesin permainan yang dijalankan dengan koin khusus. Selain bermain anda juga bisa mendapat hadiah dari tiket yang anda kumpulkan dari hasil ketangkasan anda mencetak skor di mesin. Namun permainan di mall seperti ini cenderung didesain untuk permainan satu atau dua orang saja, tidak permainan massal seperti di sawah.
 
4. Masak-masakan Ala Desa vs Kota
 
Di desa, main masak-masakan mungkin sudah sampai level memasak sebenarnya. Karena semua bahan yang dimasak adalah bahan-bahan yang benar-benar bisa dimakan. Anak-anak di desa biasanya akan mengumpulkan bahan seperti; siput, bekicot, ikan-ikan kecil, lalu dibakar dengan api unggun kecil yang dibuat dari ranting-ranting yang berserakan di sekitar tempat bermain. Alat masaknya bisa apa saja; batang bambu, batok kelapa atau pelepah pisang. Setelah dimasak, biasanya makanan itu akan disantap dengan teman-teman. Seperti apa rasanya? mungkin tidak enak, namun makan bersama teman-teman selalu jadi momen spesial yang tidak bisa dilupakan.
 
Masak-Masakan di Desa
 
Sementara di kota, main masak-masakan di kota akan sangat seru karena fasilitasnya sudah mewah. Banyak sekali toko-toko yang menjual alat masak-masakan mini yang sesuai dengan proporsi anak-anak. Bahkan di mall-mall sudah banyak sekali dibuka cooking class khusus anak-anak, dimana anak-anak akan bermain masak-masakan dengan alat-alat dan pendamping yang profesional.
 
Masak-Masakan Ala Anak Kota
 
Dimanapun kita melalui masa kecil kita, masa kecil tetaplah masa paling indah yang akan tetap kita kenang. Saat kita kecil, tidak ada gadget yang tiap saat berbunyi dan mengganggu aktifitas kita. Kita juga punya banyak sekali teman untuk melalui suka dan duka.
 
Jadi, sebaiknya mulai dari sekarang kita pertimbangkan dengan bijak, masa kecil seperti apakah yang ingin kita ciptakan untuk anak-anak kita kelak. Tidak harus di kota atau di desa, yang pasti kita harus bijak untuk memberikan yang terbaik agar masa kecil mereka menjadi indah. Seperti halnya masa kecil kita. Seperti seharusnya masa kecil semua orang. (HLH/atn)
sumber: 1

Saturday, 21 February 2015

Bisakah Hipnoterapis Menerapi Keluarganya Sendiri?

Bisakah Hipnoterapis Menerapi Keluarganya Sendiri? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ide menulis artikel ini muncul saat membaca respon seorang rekan di Facebook. Saat itu saya memposting tulisan “Apakah engkau sudah memaafkan orang yang menyakitimu? “Belum.” Musuh kita bukanlah mereka yang menyakiti kita, melainkan sifat membenci yang ada pada diri kita.”

Rekan ini menulis, “Pak kenapa kok saya belum bisa memaafkan juga ya? Padahal saya sudah diterapi berkali-kali, mengapa masih ada sisa perasaan jengkel? Apanya yang salah nih? Saya sangat tersiksa dengan rasa dendam ini.”

Selanjutnya ia menambahkan, “ Saya sudah menerapkan Hypno-EFT yang ada di buku Quantum Life Transformation. Sudah pake pertanyaan kritis di buku The Secret of Mindset, padahal saya orang yang mudah trance. Dan tiap sesi terapi saya dibantu suami. Kebetulan suami saya praktisi hipnoteapi (CHt) dan sudah banyak membantu orang lain. Tiap hari saya dicintai seorang hipnoterapis. Saya juga bingung Pak kenapa ya saya ini? Saya lalu curhat sama hipnoterapis lain. Katanya sebaiknya saya menerapi diri sendiri, jangan dibantu suami. Waktu saya menerapi diri sendiri dengan Hypno-EFT, belum satu putaran saya mual dan muntah-muntah. Tiap kali saya menerapi diri send
... baca selengkapnya di Bisakah Hipnoterapis Menerapi Keluarganya Sendiri? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Thursday, 19 February 2015

Wiro Sableng #143 : Perjanjian Dengan Roh

Wiro Sableng #143 : Perjanjian Dengan Roh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PERJANJIAN DENGAN ROH

DALAM kegelapan dan dinginnya udara malam, Djaka Tua tambatkan kudanya di batang pohon kelapa. Debur ombak serta deru tiupan angin laut selatan terdengar sambung-menyambung tak berkeputusan. Lelaki berusia lebih setengah abad ini memandang dulu ke arah laut luas sebelum melangkah menuju gundukan batu membentuk bukit terjal setinggi sepuluh tombak dan panjang hampir tigaratus kaki di samping kirinya. Walau sebelumnya cuma satu kali datang ke tempat itu namun Djaka Tua masih ingat jalan yang harus diambil. Di malam gelap tidak mudah menyusuri lamping bukit batu terjal serta licin terkikis angin mengandung garam. Sesekali dia dikejutkan oleh suara kepak sayap kelelawar yang terbang rendah.

Djaka Tua adalah pembantu di rumah seorang pejabat tinggi yang diam di pinggiran Kotaraja. Nama sebenarnya Akik Sukro namun karena sampai usia limapuluh tahun lebih dia belum beristri, teman-teman memanggilnya Djaka Tua. Tidak kawinnya Akik Sukro mungkin karena cacat yang dideritanya sejak kecil yaitu dia memiliki sebuah punuk di belakang leher sehingga tidak ada perempuan yang suka padanya walau sehari-hari dia adalah seorang lelaki baik budi pekerti dan tutur bicaranya.


... baca selengkapnya di Wiro Sableng #143 : Perjanjian Dengan Roh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, 17 February 2015

Jam Piket Organ Tubuh

Jam Piket Organ Tubuh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dr. William Adi Tedja, TCM, MA, dari Klinik Utomo Chinese Medical Center, Jakarta Barat, menyatakan bahwa ilmu Traditional Chinese Medicine (TCM) mengenal jam piket organ atau disebut juga oriental biorhythmic. Dalam waktu 24 jam, tubuh membagi diri menjadi 12 area, masing-masing area mewakili satu organ dan memiliki aktivitas chi (energi vital) maksimal.

Pukul 19.00-21.00, misalnya, chi lambung berada pada posisi yang sangat rendah untuk beraktivitas. Akibatnya, kerja organ lambung kurang maksimal. Karena itu, Sinse David Sungahandra menganjurkan pasien yang kelebihan berat badan untuk berhenti makan sebelum pukul 19.00.

Penderita tifus biasanya mengalami peningkatan suhu tubuh pada jam-jam tertentu. Hal ini, katanya, karena aktivitas chi usus besar pada posisi lemah. Chi limpa terlalu lemah pada pukul 21.00-23.00, sehingga sering timbul reaksi menggigil. Penderita asma yang mengalami kekambuhan pada pukul 03.00-05.00 karena aktivitas chi paru-paru mencapai puncaknya bersamaan dengan menurunnya chi kandung kemih.

"Kalau asma kambuh pada pukul 05.00-07.00 karena aktivitas usus besar terlalu besar dan organ ginjal terlalu lemah. Bila pada jam ini seseorang mengalami sakit dada, napas pendek, dan tid
... baca selengkapnya di Jam Piket Organ Tubuh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, 16 February 2015

Lelaki Tua yang Merindukan Bintang

Lelaki Tua yang Merindukan Bintang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Ya, tapi entah kenapa untuk itu, Tuhan harus meminta tumbal!”
“Tumbal?”

Malam mengalun.
Lampu pijar menerang susah payah sebuah teras rumah sederhana. Pada sebuah amben reyot seorang lelaki tua dan perempuan tua duduk.

“Ceritakan padaku, apa yang kau lihat?” kata lelaki tua. Perempuan tua tua yang duduk di sampingnya memilin ujung baju abadinya, kebaya usang berwarna pudar.
“Tak ada,” kata perempuan tua. “Gelap saja.”
“Tak ada? Bulan tak ada? Bintang?” lelaki tua merasa tak yakin dengan jawaban yang ia dengar.
“Mestinya ada. Tapi mendung sekarang ini, langit gelap sekali.”
Lelaki tua terbatuk-batuk beberapa lama. Perempuan tua mengangsurkan padanya gelas berisi air teh pahit.

“Aku masih ingat,” lelaki tua kembali berkata-kata di antara sisa-sisa batuknya baru saja. “Dulu aku selalu melihat bintang sampai jauh malam. Bintang adalah makan malam. Tidak benar-benar mengusir rasa lapar, tapi bisa membuat aku melupakan rasa lapar.”
“Kau tadi mengunyah krowodan-mu. Kau tak sedang lap
... baca selengkapnya di Lelaki Tua yang Merindukan Bintang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, 13 February 2015

Untuk Sahabat

Untuk Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jam menunjukkan pukul 2 siang. Ponselku bordering, ada pesan masuk dari Vivi.
“Chita, udah lama nunggu ya? Lima menit lagi aku nyampe, macet nih,”
“Tenang aja Vi, aku lagi nggak buru-buru kok, aku tunggu di meja biasa ya,”

Aku memandang ke luar café. Ada banyak orang yang hilir mudik memasuki pusat perbelanjaan terbesar di kotaku. Mulai dari anak-anak, remaja, anak kuliahan sampai nenek-nenek dengan pengasuhnya lalu lalang di depan café dimana aku menghabiskan satu jam terakhirku. Ya, satu jam untuk menunggu Vivi.

Semalam gadis itu meneleponku, menangis. Dia tak banyak bercerita, hanya menginginkan aku menemuinya di café favorit kita. Aku setuju. Dan hari ini aku meninggalkan kelas dan kampusku. Untung saja aku tak ada jadwal mengajar. Urusan dengan mahasiswaku juga sudah aku cancel. Sore ini benar-benar aku luangkan untuk wanita berparas ayu ini.

Vivi tergopoh menghampiriku. Wajahnya yang cantik di usianya yang memasuki seperempat abad sangat kukenal. Wajah ayu khas puteri keraton dipadukan dengan kulit putih khas peranakan Eropa. Perfect!
“Maaf banget Chita, aku telatnya kebangetan. Ada deadline desain yang harus segera aku selesaikan. Mana macet pula,”
Aku tersenyum. Menyuruhnya memesan sesuatu sebelu
... baca selengkapnya di Untuk Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Thursday, 12 February 2015

Acara Festival Yang Tak Terlupakan

Acara Festival Yang Tak Terlupakan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hari-hari selalu kami jalani dengan ceria, walau terkadang cobaan selalu mengahadang dimanapun dan kapanpun. Teringat saat salah satu dari kami mengalami suatu peristiwa yang sangat tidak mengenakan untuk di ingat maupun di lupakan. Dimana saat itu sebuah peristiwa kecelakaan yang menimpa sahabatku.

Pada waktu itu saya bersama Eron, Ian, Via, Gabby dan Rena. Saat itu kami akan menuju sebuah Festival dimana ada acara Konser Band yang di adakan sebuah Mall pada sore hari itu. Dan kami pun dangat berminat untuk menonton acara tersebut. Waktu itu sebelum berangkat ke Festival tersebut saya mengajak sahabat-sahabat saya untuk menonton acara Festival tersebut. Kemudian saya mengajak Eron, Gabby, Ian, Rena dan Via. Mereka pun setuju dengan ajakan saya untuk menonton acara Festival tersebut dan kami pun bersiap-siap untuk berangkat menuju acara tersebut.

Saat perjalanan kami membawa kendaraan masing-masing dengan salah satu sahabat kami. Saya bersama Gabby sedangkan Rena dengan Ian dan Via dengan Eron. Saat perjalanan Eron dan Ian kebut-kebutan di jalan, kami pun akhirnya terpisah sehingga terpaksa saya dan Gabby berhenti untuk menghubungi mereka. Saat Gabby menelfon ke
... baca selengkapnya di Acara Festival Yang Tak Terlupakan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, 6 February 2015

Mangkuk Berlubang

Mangkuk Berlubang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Alkisah, suatu hari di sebuah negeri. Seorang raja yang terkenal dengan kesombongan dan keserakahannya, beserta para pengiringnya, berpapasan dengan seorang paman berpakaian lusuh layaknya seorang pengemis. Paman itu bergegas membungkuk hormat dan sang raja yang pagi itu sedang berbaik hati menyapanya, “Paman, apa yang hendak Paman minta?” Si paman menjawab, “Yang Mulia bertanya kepada saya? Yang saya minta belum tentu Yang Mulia mampu mengabulkan.”

Dengan suara lantang sang raja berseru, “Sebutkan saja permintaanmu, tentu saja rajamu ini mampu memberi!”

Si paman menjawab tenang dan senyum, “Yang Mulia. Mohon maaf, jangan sembarang mengumbar janji dan perkataan.”

“Apapun juga, aku pasti mampu. Memang kamu meragukan? Rajamu ini adalah orang terkaya di seantero negeri.” Dengan suara lantang, sang raja berseru.

Si paman itu mengeluarkan dan menyodorkan mangkuknya, “Paduka.. tolong isi ini.”

Raja menjadi geram. Segera, ia memerintahkan bendaharanya untuk mengisi penuh mangkuk dengan emas! Anehnya, emas yang diberikan bendahara tidak dapat mengisi penuh mangkuk. Bahkan tambahan berupa perhiasan berharga dan lain-lain habis dilahap mangkuk si paman. Ketika dicermati, mangkuk itu seolah tanpa dasar dan berlubang.

Sang raja terjatuh lunglai. Dia menyadari, sebagian besar hartanya telah lenyap ditelan mangkuk tak berdasar itu. Sambil terbata-bata, Raja bert
... baca selengkapnya di Mangkuk Berlubang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, 2 February 2015

Kho Ping Hoo - BKS#01 - Bu Kek Siansu

Kho Ping Hoo - BKS#01 - Bu Kek Siansu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1Bu Kek Siansu

Seri : Bu Kek Siansu #01

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo

JILID 1

Pagi itu bukan main indahnya di dalam hutan di lereng Pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga). Matahari muda memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalaman oleh hawa dingin menusuk. Cahaya kuning emas membawa kehangatan, keindahan, penghidupan itu mengusir halimun tebal, dan halimun lari pergi dari cahaya raja kehidupan itu, meninggalkan butiran-butiran embun yang kini menjadi penghias ujung-ujung daun dan rumput membuat bunga-bunga yang beraneka warna itu seperti dara-dara muda jelita sehabis mandi, segar dan berseri-seri.

Cahaya matahari yang lembut itu tertangkis oleh daun dan ranting pepohonan hutan yang rimbun, namun kelembutannya membuat cahaya itu dapat juga menerobos di antara celah-celah daun dan ranting sehingga sinar kecil memanjang yang tampak jelas di antara bayang-bayang pohon meluncur ke bawah, di sana sini bertemu dengan pantulan air membentuk warna pelangi yang amat indahnya, warna yang dibentuk oleh segala macam warna terutama oleh warna dasar merah, kuning dan biru. Indah! Bagi mata yang
... baca selengkapnya di Kho Ping Hoo - BKS#01 - Bu Kek Siansu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1