Saturday, 27 December 2014

Di mana Pintu Sukses?

Di mana Pintu Sukses? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Agus Prasetyo

Semua orang ingin sukses dan bertanya-tanya apa rahasia untuk sukses. Beberapa orang sukses berusaha menjelaskan dengan definisi sukses, seperti “Sukses adalah bla..bla…” Bagi saya yang termasuk produk dunia modern, hal itu tidak membantu karena yang diinginkan adalah kata-kata / tindakan ‘sakti’ yang seketika dapat merubah hidup saya (mau yang instant la yao).

Untunglah manusia dapat belajar dari sejarah (kalau semut tidak bisa…jadi bersyukurlah diciptakan sebagai manusia) dan menurut sejarah / riwayat hidup Thomas Alva Edison, salah satu pintu masuk sukses adalah berani mencoba. Lho kok bisa, memangnya kalau berani mencoba pasti sukses? Tergantung berapa kali berani mencoba-nya. Kalau cuma satu dua kali biasanya pintu suksesnya enggan muncul kecuali kalau kita termasuk keturunan Untung Bebek he.he.

Mungkin kita berkata bahwa kalau berani mencoba-nya sebanyak Thomas Alva Edison, mana tahan ? Mari kita buka sejarah bersama-sama. Ada beberapa poin yang bisa dipetik.

1. Semua Manusia adalah PEMENANG. Kita tahu bahwa manusia terbentuk karena sel sperma bertemu dengan sel telur. Tapi tahukah anda bahwa sel sperma jumlahnya jutaan. Ibaratnya satu kota berlari marathon bersama dan pemenangnya adalah ANDA.

2. Bayi Selalu Mencoba dan Tidak Takut Gagal Manusia dewasa dapat berjalan dan berlari dengan mudah. Tapi tahukah anda bahwa kemampuan itu tidak didapat secara instant.
... baca selengkapnya di Di mana Pintu Sukses? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kekuatan dari Sifat Hati-hati

Kekuatan dari Sifat Hati-hati Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kerap kali kita mendengar kata “hati-hati” diucapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang ibu yang melepas kepergian anaknya ke sekolah dengan ucapan “hati-hati”. Seorang istri yang melepas sang suami untuk bekerja dengan ucapan “hati-hati” pula. Sepele memang. Kadang kita tidak begitu memperhatikan. Kata “hati-hati” dianggap sebagai pelengkap kalimat perpisahan saja. Padahal “hati-hati” mengandung makna yang sangat dalam. Karena jika ingin hidup kita sukses dan bahagia, sifat berhati-hati adalah juga salah satu faktor penentunya.

Kita tentu mendengar dan melihat berita-berita tentang musibah yang menimpa orang-orang di sekitar kita. Biasanya berawal dari keteledoran atau ketidakhati-hatian. Rumah yang terbakar karena lupa mematikan kompor, anak balita yang tersiram air panas karena lupa tidak menaruhnya di tempat yang aman, remaja yang bersahabat dengan narkoba karena mudah terpengaruh dan tidak hati-hati memilih teman. Demikian juga pejabat yang ditangkap KPK. Ini bukan karena ia tidak hati-hati dalam melakukan korupsi sehingga ketahuan, tapi karena ia
... baca selengkapnya di Kekuatan dari Sifat Hati-hati Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Thursday, 18 December 2014

[Cerpen] "Puisi Untuk Dia" (Ada Cerita Lucu dan Romantisnya)


ATN - Ini adalah sebuah cerpen yang lucu, kocak dan romantis tentunya. Seorang laki-laki ingin menungkapkan perasaannya kepada seorang wanita tapi kejadian aneh dan lucu sempat terjadi. Simak cerpennya di bawah ini;

"Nih buat kamu"
Kemudian aku pun lari sekencang kencangnya, tidak perduli tatapan kebingungan dari matanya. Terus lari sambil sesekali menengok kebelakang untuk tahu seperti apa reaksi dari dia selanjutnya.

Dia sedang membaca selembar kertas yang baru saja aku taruh secara paksa di tangannya. Aku tersenyum, tapi cuma sebentar lantaran betisku yang kencang menyenggol ban gerobak abang tukang bakso. Aku mengaduh, abang tukang bakso misuh misuh lalu kembali lari takut di guyur kuah bakso yang mendidih itu. Kemudian kembali lagi kutengok dia, sudah selesai membaca kertas itu, tersenyum mendongakkan kepalanya mencariku.

Lalu dia tiba tiba berlari kearahku bermaksud mengejarku. Aku kaget, grogi, malu tapi mau, tapi kupilih mempercepat kaki kaki melangkah. Berlari, melewati ibu ibu yang sedang ngerumpi, balapan sama anak kecil yang riang gembira duduk di kursi sebuah odang odong.

Dia terus mengejarku, rambutnya berlarian menuruni lehernya yang jenjang lalu naik lagi tersentak hentakan kakinya yang berlarian.

Harusnya aku senang, sebab sudah lama aku menaruh hati padanya dan sekarang dia mengejar ngejarku. Ingin berkata kata denganku. Tapi yang ada malah jadi begini. Aku malu. Malu tapi mau, ah pusing. Jadi aku terus berlari dikejar kejar olehnya. Berkelok kelok menyusuri jalan komplek perumahan, sampai aku terhenti di sebuah jalan buntu.

Aku heran setahuku tidak ada jalan yang buntu, kenapa sekarang ada. Aku tidak tahu dan tidak mau tahu, karena sekarang dia sudah berada sejengkal di belakangku, lalu segera berdiri di depanku. Sambil mengatur nafas dia tersenyum.
"Ini maksudnya apa" ??
Selembar kertas yang tadi kuberi segera di sodorkan kepadaku. Bias merah seketika membasuh mukaku. Tapi kubiarkan saja tangannya menggantung, tidak kuterima kertas itu. "Itu puisi buat kamu"..


Aku memang menulis puisi di kertas itu, karena kata orang puisi adalah wujud terindah dari kata kata. Maka kubuatkan puisi untuknya, puisi puisian tidak tahu bagus atau tidak.

"Gimana, kamu suka?"
Dia tertawa kecil hingga kelihatan gigi giginya yang putih.
"Kamu lucu yah"
Aku. Lucu, ah engga juga tapi oleh cewek secantik dia aku rela dibilang apa saja. Sungguh.
"Tapi beneran ini puisi buat aku?" Katanya lagi.
"Emang kenapa"?? jawabku..
"Nih, baca aja"

Kali ini kertas itu kuambil, kubuka lipatannya dan kubaca;

Beras 1 liter
Minyak goreng 1 liter
Cabe merah 1/2 kilo
Telor 1/4 kilo
Sabun mandi 1
Sikat gigi 1 

Tidak bisa kubayangkan bagaimana rona mukaku waktu itu. Malu, tapi masih mau. Kuraba saku celana sebelah kanan , disitu masih tersimpan kertas yang seharusnya kuberikan padanya tadi. Bukan daftar belanjaan yang kutaruh di saku celana sebelah kiri. Argghh!! Sial!!

Kesan pertama ternyata sama sekali tidak menggoda. Tapi kulihat dia masih tertawa, sedikit mengurangi rasa maluku.

"Sory tadi salah ngasih, harusnya yang ini"

Tangan kananku mengorek kantong celana sebelah kanan, mengambil selembar kertas yang benar, lalu kuserahkan padanya. Dia menggelengkan kepalanya. "Aku mau kamu yang bacain"...

Mampus!! Menyerahkan puisi saja sudah membuatku panas dingin, sekarang malah disuruh baca di depannya. Tapi, sudah terlanjur basah ya sudah keramas sekalian. Begitulah kira kira pepatah lama mengatakan.

Aku pun berdiri tegap, lalu menekuk kaki kananku, sedangkan dengkul kaki kiriku merebah di tanah. Selayak pangeran ingin melamar tuan putri raja.

Kutarik nafas panjang dan dalam, berusaha menghayati puisi yang akan kubacakan.

** 
hai, kau gadis rupawan
aku hanya ingin bertanya

apa kau tidak merasa risih,
setiap hari mengoleskan madu di bibirmu
lantas membuat orang mengerjap ngerjap kemanisan
apa kau tidak merasa kasihan?

apa kau tidak merasa lelah
menggelayutkan gelap malam di helai rambutmu
lalu mencuri kelip bintang untuk kau tenggelamkan dimatamu
apa kau tidak merasa bersalah?

hai kau gadis rupawan
sekali lagi aku ingin bertanya

apa kau tidak merasa keberatan
jika kukatakan,
maukah kau menjadi kekasihku?
**

Angin berhembus membawa debu debu dan menggaungkan teriakan anak anak kecil yang bermain layang layang.

Aku berdiri dan menunggu dia berkata kata, namun hanya mataku dan matanya yang berpandangan. Lama sekali sampai ku pikir mungkin sudah berkali kali kuselami kebeningan matanya, tapi kata kata itu tidak juga muncul.

Lalu disaksikan pohon rambutan yang berdiri di ujung jalan , dia meraih tanganku. Merangsek maju hingga tak ada celah lagi antara aku dan dia.

Kulingkarkan tanganku di pinggangnya, setelah itu dia pun melakukan hal yang sama, melingkarkan tangannya di pinggangku. Mata itu masih menatapku.

"Kalau kamu mencintaiku karena tubuhku, maka sekarang kau sudah memiliknya, tapi kalau kamu mencintaiku karena ingin memiliki hatiku, pergilah, temui laki laki yang sudah lama mencuri separuh hatiku. Lalu rebutlah, bawa padaku"

Tapi aku menolak pilihan itu."Aku tidak perlu mencari orang itu, karena akan kuberikan separuh hatiku untukmu. Bahkan semuanya, kalau kau mau" Tidak ada jawaban. Aku pun tidak sedang menunggu jawaban. Karena matanya yang kemudian berbicara, menatapku lekat. Karena senyumnya yang kemudian bercerita, terkembang sempurna. Karena tangannya yang kemudian membalasnya, merengkuh pinggangku erat.

Sekian..

Bagaimana menurut Anda ??

Tuesday, 16 December 2014

Wiro Sableng #24 : Penculik Mayat Hutan Roban

Wiro Sableng #24 : Penculik Mayat Hutan Roban Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Ketika perempuan tua pengurus jenazah memberitahu bahwa kain kafan siap untuk ditutupkan, Sri Surti Purwani meraung keras dan menubruk jenazah puterinya. Dipeluknya kuat-kuat seperti tak akan dilepaskan apapun yang terjadi.

Orang-orang perempuan yang ada di ruangan besar itu tak dapat menahan keharuan dan ikut mengucurkan air mata. Seorang lelaki bertubuh kurus, mengenakan blangkon coklat berbunga hitam dan baju lurik hitam bergaris kuning coklat, menyeruak di antara mereka yang hadir lalu memegang bahu Surti Purwani, berusaha menariknya seraya mengucapkan kata-kata membujuk.

"Sudah bune. Cukup..... Relakan anak kita pergi. Biar arwahnya tenang di alam baka..."

Setelah membujuk berulang kali dan menarik tubuh permpuan itu dengan susah payah, akhirnya lelaki tadi—Sumo Kabelan, suami Surti Purwani berhasil menjauhkan istrinya dari jenazah. Namun begitu terpisah perempuan ini langsung pingsan hingga terpaksa digotong ke kamar.

Sumo Kabelan Mengusap mukanya beberapa kali. Namun air mata tak kunjung terbendung. Sebelum kain kafan ditutup dia masih sempat mencium kedua pipi jenazah. Lalu
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #24 : Penculik Mayat Hutan Roban Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, 13 December 2014

Wiro Sableng #50 : Mayat Hidup Gunung Klabat

Wiro Sableng #50 : Mayat Hidup Gunung Klabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

INI SATU PEMANDANGAN yang mengerikan bagi siapa saja yang menyaksikan. Bagaimana tidak. Di malam buta ketika tak ada rembulan dan langit tidak pula berbintang, dibawah kepekatan yang menghitam gelap disertai hembusan angin mencucuk dingin, ditambah dengan turunnya hujan rintik-rintik, seekor kuda putih berlari kencang menuju puncak Gunung Klabat. Sambil lari binatang ini tiada hentinya keluarkan suara meringkik keras dari sela mulutnya yang berbusa.

Di atas punggung kuda putih itu membelin-tang sesosok tubuh yang sudah tidak bernyawa lagi. Sesosok mayat seorang lelaki separuhbaya berambut panjang sebahu dengan luka bekas bacokan pada pangkal lehernya. Sebagian wajah dan leher serta dadanya dibasahi oleh darah yang masih hangat tanda orang ini belum begitu lama menemui ajalnya.

Di belakang mayat yang membelintang di atas punggung kuda itu, duduk seorang perempuan berwajah bulat, berpakaian merah. Rambutnya yang panjang tergerak lepas dan berkibar-kibar ditiup angin. Perempuan inilah yang memacu kuda itu dengan segala kemampua
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #50 : Mayat Hidup Gunung Klabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, 6 December 2014

[LUCU] Pertanyaan yang bisa Membuat Kamu Panik ( PART 1)

ATN - Ada beberapa hal di dunia ini yang dalam satu jentikan jari bakal bikin kita panik. Dompet yang tiba-tiba dicopet , pacar yang gak bisa dihubungin , dan� berbagai pertanyaan yang diajukan orang-orang sekitar

Iya, beberapa kalimat spontan yang sebenarnya sederhana bisa membuat kamu langsung panik detik itu juga. Rasanya pengen kabur aja atau berubah jadi transparan biar gak dilihatin orang! Nah, kira-kira apa aja sih pertanyaan yang bisa bikin Agan panik seketika? Nih, kami kasih bocorannya ya.. Ini dari temen di kaskus 'theoneday'

Quote: 1. (Gimana kalo rumahmu kebakaran?) �Tadi kompor udah Ane matiin belum ya?�

Abis masak, makan, mandi, terus langsung keluar rumah: jalan-jalaaan! Tapi bentar� kayaknya ada yang kamu lupa deh� tadi sebelum keluar rumah, kompornya udah kamu matiin belum ya?

*langsung terbayang kompormu meledak dan semua barangmu di rumah terlalap api*

Quote: 2. (Kamar kostmu nggak bakal kemalingan, �kan?) �Tadi pintunya udah Ane kunci belum ya?�

Udah belum ya? Kayaknya sih udah! Nih, kuncinya Agan bawa.
Eeeh� bentar� udah beneran belum ya? Sebenernya sih Agan nggak inget-inget banget�

*langsung puter balik, sambil berdoa semoga laptop dan TV di kamar kostmu masih aman*


Quote: 3. (Barang berhargamu nggak ketinggalan di tempat umum, �kan?) "HP sama dompet udah dibawa belum?"

Mending kalau ketinggalannya di rumah. Kalau di bioskop? Di toilet mall? Di kampus? Udah hampir pasti barang berhargamu itu raib digondol orang!

*udah ngebayangin harus nabung berapa bulan lagi buat beli HP baru*

Quote: 4. (Dan kecerobohan yang paling konyol adalah� �Eh, flashdisk-nya udah dicabut dari PC �kan tadi?�)

Ini nih yang biasa kejadian waktu ninggalin warnet! Harga flashdisk mungkin memang nggak seberapa. Tapi, males banget kalau kamu harus balik lagi kesana cuma buat cabut flashdisk�. T___T

*plus, harga flashdisk pasti naik setelah harga BBM naik, apalagi isi flashdisk kamu penting banget*

Quote: 5. Di kampus pun, ada beberapa pertanyaan yang bisa bikin jantungmu berhenti mendadak

Quote: �Hari ini tugasnya paling lambat dikumpul �kan ya?�
�Tugas? Tugas yang mana? Nggak ada tugas apa-apa kalee, yeeeeee!� jawab kamu sotoy.

Plot twist: ternyata teman-temanmu yang lain menanyakan hal yang sama. Kamu pun cuma bisa bengong, dan LANGSUNG PANIK CARI SONTEKAN!

(Itu pun kalau tugasnya memungkinkan buat disontek . Lah, kalau enggak? Mending bolos kuliah aja lah. haha)

Quote: 6. �Hari ini ada kuis �kan? Udah belajar?� tanya teman kampus tanpa dosa

Kamu : �Ah enggak kok, enggak ada�� (lalu membolak-balik buku catatan sambil deg-degan)

ATAU

Kamu : �ASTAGA-NAGAH ! Eh iya ada kuis, aduh� gue belom belajar lagi!"

Yaelaah� emang kalo inget ada kuis, biasanya kamu bakal belajar?? :p


Quote: 7. Pertanyaan setan 1: �Hayo� Kapan kamu mau ambil skripsi?"

Pertanyaan kayak gini sih cara jawabnya beda-beda, tergantung siapa yang nanya.

Ditanya temen : �Halaaah� kayak lo udah ambil aja. Sok rajin, lo!�
Ditanya pacar : �Aduh Ay� Aku �kan lagi agak sibuk di luar kampus sekarang. Semester depan deh, janji!�
Ditanya nyokap : �Tadi baru aja ketemu dosen Ma, doain aja lancar.� (padahal udah sebulan nggak ke kampus� hehehe�^.^)

Quote: 8. Pertanyaan setan 2 versi lebih kejam: �Kapan kamu lulus?�

Saudara-Saudara, berhentilah mengajukan pertanyaan ini! Ini pertanyaan sakral, berkaitan dengan masa depan! Dan seperti yang kita tahu�
Quote: YANG TAHU MASA DEPAN SAYA HANYALAH ALLAH.
Jadi kalo lo pengen tanya kapan gue lulus, tanya Allah aja, yes!

Quote: 9. Pertanyaan setan level 3, khusus buat mahasiswa tua: �Angkatan/Umurnya Berapa Sih, Mas?�

Quote: Adik kelas unyu: �Kak, aku kok jarang lihat Kakak di kampus sih? Kakak angkatan berapa?�
Quote: Kamu: �Eittsss, mau tahu aja! Angkatan itu cuma angka! Apalah artinya angka, Dik?�

*Nyibak rambut, benerin kerah, seraya menatap nanar buku catatan kuliah*

Quote: 10. Pertanyaan ini sebenarnya sederhana dan udah sering kamu dengar dari TK. Tapi sensasinya�.

Quote: Nyokap: �Kamu tadi abis pegang apa sebelum makan? Udah cuci tangan?�
Quote: Nyokap: �Mas, itu lehernya kenapa ada merah-merahnya?�

Pertanyaan ini sih sederhana aja, apalagi kita sebenarnya sudah sering mendengarnya dari TK. Tapi sebagai orang dewasa, barang-barang yang kita pegang dengan tangan saat ini bisa dikatakan sudah lebih �macam-macam�.

Eittsss� Apapun itu yang ada di pikiran kamu, yang jelas kita nggak lagi cuma megang tanah sama boneka! Hahaha. Hayooo�kamu abis pegang apa?

Terus, merah-merah itu heheheheheh. Aku senyum aja ya, Ma�..

Quote: 11. Sementara pertanyaan satu ini bisa memantik banyak reaksi� tergantung kondisi!

Quote: �Kapan kamu mau ngenalin pacarmu ke Papa-Mama?�

Pertanyaan ini akan memantik reaksi yang berbeda dari kamu, tergantung kondisi hubungan kamu. Kalau hubungan kamu memang prospektif, pertanyaan ini pasti bakal bikin kamu senang dan gak sabaran. Ini kesempatanmu buat membuktikan betapa mapan, sopan, atau pintarnya pacarmu. Lihat aja deh nanti Ma, Pa!

Kenyataan sebaliknya yang berbicara ketika kamu tahu hubungan kamu nggak prospektif. Pacar kamu beda agama? Tatoan? Ngerokok? Wow!

Quote: 12. Jika pertanyaan nomor 8 sukses kamu lewati, akan ada pertanyaan lain yang menghadang�

Quote: �Ditunggu lho, undangannya� rencananya mau kapan nih?�

Kamu (dalam hati): �Nanti Tante, kalo bedak Tante udah ga putih-putih tebel kayak kue moci!�

Pertanyaan wajib anak muda usia 20-an tengah ke atas. Cukup dijawab dengan senyuman hambar, plus seruputan kopi kalau kebetulan lagi megang cangkirnya di tangan.

Quote: 13. Nah, kalau yang ini sih sebenarnya lebih bikin miris daripada panik!

Quote: �Lho� kok sendirian? Yang kemarin ke mana?�

Sakiiit, baru putus malah ditanya beginian! Kamu pun cuma bisa senyum kecut sambil berkata lirih, �Udah nggak barengan lagi sekarang��

Ini tambahan dari para komentar di kaskus, ada lucunya juga; berikut,

Quote: By VoxGoogle ?
"Selamat pagi pak, boleh lihat sim dan STNKnya?

Quote: By arrafi2nd ?
Ini gan biasanya mama ane nanya. "Adek lama2 di toilet, ada apa? kok gak ada suara kayak orang mandi, adek BAB? kan enggak ada WCnya?" kamar mandi ane 2 gan, satu ada WCnya satu kagak ada

Quote: By pictxx ?
"Hari ini tugas terakhir dikumpulan ya.." itu ngena banget..

Quote: By apenktomorrow ?
Tadi ngapain di kamar mandi? kok lama banget, sabunnya langsung abis lagi?

Ini ada tambahan dari kami Admin Aneh dan Nyata, berikut

Quote by admin Aneh dan nyata:

1. "Eh celana kamu belakangnya bolong tuh" (wkwk)

2. "Kapan bayar utang ??" (yg lagi bokek pasti bingung, atau pura-pura gilak) :D

3. "Kenapa ga ngerjain tugas (PR) ??" (waktu admin masih SMA sering banget ditanyai guru begitu) -_-

4. *di dalam kelas*.. "Ayo anak-anak keluarin buku Matematikanya" (yg ketinggalan buku pelajaran Matematikanya pasti ngerasa wow gitu. Apalagi gurunya killer. hahaha

5. *masih di dalam kelas, waktu pelajaran Kimia dan guru memberi soal di papan tulis*..
Guru : Itu yg duduk di bangku paling sudut (nunjuk kamu) maju kedepan dan jawab soal yg di papan tulis!!
*Reaksi kamu bisa seperti mau meledak apalagi ga tau apa yg mau dijawab. Malunya tuh di sini. haha*

6. *masih di dalam kelas, waktu mau pulang sekolah*..
"Bu guru: Ayo sekarang giliran siapa yg bawain Doa"?? (dan ternyata pas giliran kamu., bawaannya pasti deg deg an)

7. "Eh tadi lu dicariin buk minah. || Buk minah yg mana?? || Buk minah lho yg warungnya di deket rumah pak RT || *dan lu teringat poin nomor 2 tadi.. utang belum dibayar* haha

Sekian..

Jika Anda punya pertanyaan yang bisa membuat panik, ayo tuliskan di kotak komentar.. Ntar komentar Anda semua, baik komentar melalui Facebook dibawah ini atau komentar melalui akun google, akan kami share di artikel ( PART 2 ) dan nama Anda akan kami cantumkan juga..
Silahkan beri komentar dan jangan ragu..
Terima kasih

Penyesalan Terlambat

Penyesalan Terlambat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pertemuan singkat itu mengawali kisah kasihku di sekolah. Pertemuan yang akhirnya merubahku menjadi sosok wanita yang tak punya moral. Merubah semua kehidupanku. Kehadirannya di hidupku seakan menghipnotisku untuk mengikuti permainan konyolnya. Permainan yang seharusnya dapat aku jauhi.

Sosok Andi yang biasa menipu semua orang yang ada di dekatnya, cakep sih tapi bertolak belakang dengan sifatnya yang tak pernah mengenal moral dan agama. Dan aku salah satu cewek yang telah terjebak dalam permainannya. Membuatku sulit tuk melangkah meninggalkan sosok Andi yang terlanjur menjadi tamu di hatiku.
Baik, tak akan ku ceritakan panjang lebar Andi itu seperti apa.

Aku siswi SMA Tunas Bangsa kelas XI. Namaku Sinta. Sinta Dwi Prihastuti. Aku berasal dari orang yang berkecukupan. Semua menghormatiku, karena aku anak dari Ayah yang terkenal. Aku anak tunggal dari kedua orang tuaku. Tetapi, walaupun aku anak tunggal orangtuaku tidak pernah yang namanya memanjakanku. Dari kecil aku hidup mandiri. Dan Alhamdulillah sampai umurku 17 ini, aku belum pernah mendapat perlakuan kasar dari orang tuaku sebelum akhirnya Andi merubah kehidupanku.

Perkenalanku bermula saat aku naik ke kelas XI, diamana orang-orang mengatakan masa-m
... baca selengkapnya di Penyesalan Terlambat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wednesday, 3 December 2014

Wiro Sableng #87 : Muslihat Para Iblis

Wiro Sableng #87 : Muslihat Para Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : WASIAT IBLIS

BAB I

WALAU saat itu masih sangat pagi dan sang surya belum muncul namun Lawunggeni merasa batu di atas mana dia duduk bersila tak ubahnya seperti bara. Untuk beberapa lamanya orang tua ini memandang dengan mata mendelik tak berkesip pada lelaki separuh baya yang duduk di depannya. Keadaan Lawunggeni baik pakaian maupun tubuhnya sungguh mengenaskan. Dulu pakaian yang dikenakannya adalah pakaian bagus terbuat dari bahan mahal. Kini pakaian itu hanya tinggal potongan-potongan kain compang-camping, kotor dan bau. Kulit muka dan tubuhnya hitam melepuh padahal dulu dia memiliki kulit kuning bersih. Keganasan laut telah merubah orang tua ini seperti jerangkong hidup. Orang yang dipandang bersikap tenang. Balas memandang seolah tanpa rasa. Hal ini membuat Lawunggeni menjadi geram. Pelipisnya bergerak-gerak dan rahangnya menggembung tanda dia berusaha menahan amarah.

"Pangeran Soma!" tegur Lawunggeni. Suaranya perlahan tapi tajam mendesis.

"Harap kau mau memakai pikiran dan perasaan. Hampir enam bulan aku mengarungi laut selatan untuk mencarimu. Kulitku melepuh hangus, pakaian di badan hancur luluh, kulitku hitam terbakar sengatan matahari. Tubuhku berubah seolah jerangkong hidup! Dan kau menyambut kedatanganku seolah aku ini cuma patung hidup atau batu tanpa nyawa! Padahal sudah k
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #87 : Muslihat Para Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1